RS Negeri di Jateng Tekor, Diminta Tak Hanya Melayani, Harus Profit
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan bahwa rumah sakit negeri tidak hanya harus melayani masyarakat, tetapi juga harus menguntungkan agar operasionalnya berjalan sehat. Ia menyoroti empat rumah sakit di bawah Provinsi Jawa Tengah yang belum berkontribusi optimal terhadap Pendapatan Aset Daerah (PAD). Keempatnya adalah RSUD dr. Rehatta Jepara, RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang, RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta, dan RSUD Dr. Adhyatma Tugurejo Semarang.
Luthfi mencontohkan bahwa salah satu rumah sakit memiliki pendapatan Rp 94 miliar tetapi belanja mencapai Rp 96 miliar, sehingga mengalami defisit. Hal ini dinilai tidak bisa diteruskan. Selain itu, BUMD PT PRPP juga belum memenuhi target kontribusi ke PAD sebesar Rp 707 miliar atau sekitar 4,5 persen, masih di bawah 50 persen pada semester II 2026.
Karena itu, Luthfi memberikan catatan merah terhadap PRPP dan keempat rumah sakit tersebut, menekankan pentingnya profit bagi kesehatan operasional dan kontribusi ke daerah.
Bagikan
Berita terkait
Dana TKD Dipotong, Pemprov Jateng Genjot PAD, Gaji ASN Aman
JPNN.com · 5 Agustus 2026 pukul 19.25
Hujan Ringan Berpeluang Turun di 17 Daerah di Jawa Tengah hingga Senin (17/8) Dini Hari
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 19.50
Pemprov Jateng Sokong Pangan Nasional, Ini Capaiannya di HUT Ke-81
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 17.57
Hari Jadi Ke-81 Jateng: Dari Sawah Jawa Tengah untuk Meja Makan Indonesia
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 17.00