RSAB Harapan Kita Buka TeleNICU dan TelePediatrik untuk Pasien Kritis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

RSAB Harapan Kita meluncurkan layanan TeleNICU dan TelePediatrik untuk meningkatkan penanganan pasien bayi baru lahir (hingga 28 hari) dan anak (1 bulan hingga 18 tahun) dalam kondisi kritis. Layanan ini berupa telekonsultasi antarfasilitas kesehatan menggunakan aplikasi KOMEN yang terintegrasi dengan SATUSEHAT Rujukan, bukan konsultasi langsung dengan pasien.
Inovasi ini bertujuan mengatasi kendala kapasitas rumah sakit rujukan yang sering penuh, di mana sebelumnya lebih dari 90% rujukan ditolak karena ketiadaan tempat. Melalui video call real-time, dokter di RS rujukan dapat melakukan penapisan kebutuhan rujukan, memberikan arahan penanganan awal untuk stabilisasi pasien di RS asal, serta melakukan transfer pengetahuan kepada tenaga medis di daerah, termasuk wilayah 3T.
Bagikan
Berita terkait
Video: Langkah RS Perkuat Kemandirian Sistem Kesehatan Ibu dan Anak
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 12.59
Pakar Ungkap Cara Bantu Anak Disleksia Capai Target Belajar
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 22.50
5 Tanda Disleksia pada Anak saat Belajar Membaca yang Wajib Diwaspadai
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 19.04
Wapres Kunjungi Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Minta Pemulihan Dikawal hingga Tuntas
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 16.35