Rudal Korut Bisa Jangkau Guam, Strategi AS Makin Rumit karena Kim Jong-un Lengket dengan Putin
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Militer Korea Utara (Korut) menguji rudal strategis jarak menengah (IRBM) pada 3 Oktober 2026. Rudal tersebut diklaim mampu menjangkau 1.000 km, memungkinkan Pyongyang mencapai Guam, bagian Alaska, dan Jepang. Sistem ini termasuk dalam kategori 'sistem senjata strategis hipersonik'. Pengujian ini diawasi langsung Kim Jong-un. Pakar militer Sydney Seiler menyatakan jangkauan rudal ini melebihi Semenanjang Korea, namun tidak sepenuhnya respons terhadap pernyataan Trump. Trump mengapresiasi hubungannya dengan Kim Jong-un, menyebut pentingnya komunikasi dengan negara memiliki 112 rudal nuklir. Korut menolak berdiskusi, sehingga peluncuran tidak dianggap sebagai respons langsung terhadap upaya diplomatik AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 06.05
Trump Kasih Sinyal ke Kim Jong Un, Ada Apa AS-Korut?
Berita terkait
Trump Ngemis Mau Ketemu, Kim Jong Un Beri Syarat Super Berat
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 22.00
Korut Beri Sinyal Tembakan Rudal Setelah Trump Minta Bertemu Kim Jong Un, Apa Artinya?
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 05.52
Trump Akan Temui Kim Jong-un, Sebut Korut Punya 57 Senjata Nuklir Sangat Kuat
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 06.58
Trump Bakal Temui Kim Jong Un Akhir Tahun: Dia Punya 57 Senjata Nuklir
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 01.47