Trump Kasih Sinyal ke Kim Jong Un, Ada Apa AS-Korut?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuka peluang untuk memulihkan hubungan dengan Korea Utara. Dalam sebuah acara kampanye di Ohio, Trump menyatakan bahwa ia memiliki hubungan yang sangat baik dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Ia menekankan pentingnya menjaga komunikasi dengan para pemimpin negara yang memiliki senjata nuklir, termasuk China dan Korea Utara, sebagai bagian dari strategi keamanan nasional AS.
Pernyataan Trump muncul setelah sebelumnya pada Agustus ia menyatakan ingin bertemu kembali dengan Kim Jong Un sebelum akhir tahun. Hal ini memicu spekulasi bahwa Trump ingin menghidupkan kembali diplomasi langsung dengan Pyongyang, yang pernah menghasilkan tiga pertemuan antara keduanya pada 2018 hingga 2019.
Namun, Korea Utara tetap menolak seruan denuklirisasi dan menegaskan komitmennya sebagai negara ber senjata nuklir. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott menyatakan bahwa Washington terbuka untuk berkomunikasi dengan Pyongyang selama hal tersebut selaras dengan kepentingan nasional AS. Trump juga menyebutkan bahwa Korea Utara memiliki 112 rudal nuklir, angka yang berbeda dari pernyataannya sebelumnya tentang 57 senjata nuklir.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 3 Oktober 2026 pukul 11.31
Trump Ungkap Perang Iran Bisa Berakhir Segera, Mungkin Tepat setelah Pemilu
Berita terkait
Trump Ngemis Mau Ketemu, Kim Jong Un Beri Syarat Super Berat
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 22.00
Trump mengaku ingin bertemu pemimpin Korut sebelum akhir tahun
ANTARA News · 20 Agustus 2026 pukul 08.23
Ogah Lucuti, Korut Bakal Pertahankan Senjata Nuklir Selamanya
Detik.com · 25 September 2026 pukul 15.12
Adik Kim Jong Un: Cuma Orang Bodoh yang Mengira Korut Lucuti Nuklir
Detik.com · 17 September 2026 pukul 15.09