Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rumah dan Tempat Kerja Runtuh, Bidan Endang Tetap Rawat Korban Gempa

Gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Flores pada 15 Agustus 2020 menyebabkan 81 rumah rusak dan Pustu Bea Waek hancur total. Di antara puing, bidan desa Maria Avila Goredy (Endang) yang terluka melanjutkan pelayanan kesehatan di tenda darurat. Endang mengalami luka di kepala, pinggang, dan lutut serta trauma berat, namun tetap bekerja di posko sederhana bersama tiga bidan dan satu perawat. Hingga 18 Agustus, bantuan pangan dari pemerintah belum diterima warga terdampak. Data korban hingga 18 Agustus mencatat 608 orang terdampak, dengan 70 tewas, 230 luka berat, dan 308 luka ringan. Di Bea Waek, 25 orang meninggal dan 182 orang luka berat. Warga mengungsi di tenda dan posko kesehatan sementara. Endang memohon bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat karena belum ada bantuan dari pemerintah kabupaten. Barang-barang penting seperti laptop, dokumen, dan ijazah masih tertimbun dalam bangunan yang runtuh. Pelayanan kesehatan tetap berjalan meski di bawah kondisi sulit. Penanganan bencana melibatkan TNI, Polri, BNPB, BPBD, dan relawan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga mengunjungi lokasi untuk menyalurkan bantuan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait