Kepala BNPB Akui Banyak Kekurangan Penanganan Korban Gempa NTT
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Letjen Suharyanto, Kepala BNPB, mengakui adanya kekurangan dalam penanganan korban gempa NTT, terutama krisis air bersih dan listrik di posko pengungsian. Gempa bumi magnitudo 7,7 di NTT pada 19 Agustus 2026 menimbulkan 75 korban meninggal dan 907 luka-luka, sementara jumlah pengungsi meningkat dari 59.647 menjadi 92.735 orang. Untuk mengatasi keterbatasan, BNPB menyelenggarakan distribusi logistik melalui jalur udara (72,77 ton) dan laut, termasuk pengiriman 5.000 paket sembako ke Maumere dan 2.900 paket ke Labuan Bajo. TNI AL juga mengerahkan dua kapal untuk mendukung penyebaran bantuan dan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 19.00
Update Gempa NTT: 87 Orang Meninggal dan 150 Ribu Warga Mengungsi
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 17.18
Update Korban Gempa NTT: 87 Orang Meninggal Dunia, 1.298 Luka-luka
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 13.47
Penuhi Kebutuhan Pengungsi, BNPB Fokus Distribusi Logistik bagi Korban Gempa NTT
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 13.25
Kepala BNPB Ungkap Data Sebaran Bantuan Logistik di NTT Usai Gempa Dahsyat
Berita terkait
Pengungsi Gempa NTT Capai 179.037, Warga Alami Ketakutan
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 14.45
Gempa Susulan di NTT Terus Terjadi, Ini Data Terbarunya
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 08.06
Update Korban Gempa NTT: 135 Orang Meninggal, 98.986 Rumah Rusak
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 17.44
BNPB Catat Jumlah Pengungsi Gempa NTT Bertambah 16.394 Orang
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 19.58