Rumah yang Tidak Berlari, tetapi Tetap Bertumbuh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada triwulan II 2026, harga properti residensial di pasar primer tumbuh 0,69% secara tahunan, menunjukkan pasar sedang mencari keseimbangan. Meskipun pertumbuhan harga terbatas, penjualan properti mengalami perbaikan signifikan. Kontraksi penjualan turun menjadi 2,36% dari kontraksi sebesar 25,67% pada triwulan sebelumnya. Perbaikan ini didorong oleh peningkatan penjualan rumah tipe kecil dan besar, sementara tipe menengah masih menghadapi keterbatasan. Data menunjukkan bahwa pengembang masih memiliki keberanian membangun, dengan 73,28% pembiayaan berasal dari dana internal perusahaan. Sementara itu, kredit pemilikan rumah (KPR) tetap menjadi skema utama bagi konsumen, mencapai 70,05% dari total pembelian. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat mulai kembali melakukan pembelian rumah dengan perencanaan jangka panjang, meskipun secara bertahap. Pertumbuhan yang terkendali ini menjadi indikator positif bahwa ekonomi rumah tangga dan sektor properti sedang mencari momentum yang lebih sehat.
Bagikan
Berita terkait
Penjualan Rumah Masih Seret, Harga Cuma Naik Tipis
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 12.30
Pinhome Ungkap Tren Hunian Berkualitas, Kesehatan Jadi Prioritas
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 20.04
Harga Rumah Naik Tipis, Pekanbaru dan Banjarmasin Melonjak Paling Tinggi
Liputan6.com · 7 Agustus 2026 pukul 12.12
Aguan hingga Bos BSD Kumpul, Ini Persoalan yang Dibahas
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 22.27