Pinhome Ungkap Tren Hunian Berkualitas, Kesehatan Jadi Prioritas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasar properti residensial Indonesia tetap tahan dan beradaptasi sepanjang semester 1 2026 meski tekanan ekonomi seperti PHK dan kenaikan biaya hidup masih ada. Pinhome mencatat total inventori rumah tapak nasional tumbuh 5 persen, dengan pertumbuhan melambat di Samarinda dan Balikpapan hingga 4,5 persen akibat tertundanya infrastruktur IKN. Di Kabupaten Badung, moratorium proyek menyebabkan penurunan inventori hingga -1,6 persen. Di sisi lain, kenaikan biaya konstruksi mendorong pengembang membangun rumah lebih kecil. Permintaan KPR komersial didominasi segmen menengah (Rp300 juta - Rp1 miliar) sekitar 49 persen, sementara segmen di bawah Rp300 jadi 21 persen. Aktivitas Take Over KPR mendominasi sekitar 60 persen pasar KPR akibat kenaikan BI-Rate hingga 5,75 persen.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 16.05
Damai Putra Group Luncurkan CRESTA, Hunian Lakeside Living dengan Fasilitas Premium, Cicilan Mulai Rp3 Juta-an per Bulan
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 15.37
Dukung Gaya Hidup Penghuni dengan Hadirkan Fasilitas Terpadu
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 22.27
Aguan hingga Bos BSD Kumpul, Ini Persoalan yang Dibahas
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 16.25
Jika Pengusaha Kontrakan Kena Pajak Baru, Apindo Resah Gelisah Efeknya
Berita terkait
Danantara Housing Expo 2026 Raup Proyek Rp2 Triliun, Pengunjung Tembus 10 Ribu per Hari
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 16.05
Gen Z & Milenial Jadi Sasaran Perluasan Akses KPR
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 20.56
Ada Fenomena 29.000 Unit Apartemen di Jakarta Kosong Belum Laku
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 14.45
Rumah yang Tidak Berlari, tetapi Tetap Bertumbuh
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 16.00