Sabuk Pertahanan Dirobek Rusia, Optimisme Ukraina di Medan Perang Mulai Memudar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasukan Rusia semakin mendekat ke Kramatorsk, benteng pertahanan terakhir Ukraina di Donbas. Menurut laporan SINDOnews, hampir seluruh jembatan di kota itu sudah hancur, dan serangan harian dengan bom kendali serta drone telah menjadi rutinitas. Iryna Rybakova, petugas pers Brigad Mekanis ke-93 Ukraina, mengatakan serangan terjadi puluhan kali sehari, menyasar kendaraan, bangunan utilitas, dan tempat tinggal warga. Akibatnya, aktivitas luar ruangan berkurang drastis, dan warga serta prajurit terpaksa berjalan sambil membawa senapan karena takut serangan drone.
Kunjungan Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Kyiv tidak menghasilkan kemajuan signifikan, sementara posisi Ukraina semakin terdesak di sepanjang garis depan timur. Analis Institute for the Study of War (ISW), Jennie Olmsted, menyatakan bahwa meskipun kemajuan Rusia lambat, mereka terus melakukan infiltrasi menuju Sloviansk dan Kramatorsk hingga ke Kostyantynivka.
Data ISW menunjukkan bahwa pada Agustus 2024, Rusia berhasil menguasai sekitar 124 kilometer persegi wilayah Ukraina—sekitar seperempat dari kontrol mereka pada Agustus 2023. Dengan laju saat ini, proyeksi ISW memperkirakan pasukan Rusia tidak akan mampu merebut Donetsk sebelum tahun 2032, asumsi mereka berhasil.
Bagikan
Berita terkait
Utusan AS Berkunjung ke Ukraina, Rusia Kirim 108 Drone Mematikan ke Kyiv
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 19.04
Putin Perintahkan Jeda Serangan ke Kyiv Selama Tiga Hari
Media Indonesia · 6 September 2026 pukul 16.04
Vladimir Putin Minta Serangan ke Kiev Disetop Jelang Kunjungan Duta AS
VOI · 6 September 2026 pukul 02.10
Ketua MPR Tegas: WNI Tak Dibenarkan Bela Negara Lain dalam Perang
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 21.22