Sagu dan Ubi Ungu Disulap sebagai Indikator Kesegaran Daging Ayam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konsumsi daging ayam ras di Indonesia mencapai 13,60 kg per kapita per tahun pada 2025, namun pemantauan kesegaran masih bergantung pada penilaian subjektif. Lima mahasiswa UGM mengembangkan Seftin, edible film indikator kesegaran berbasis pati sagu dan antosianin ubi ungu. Produk ini mendeteksi perubahan pH daging ayam melalui perubahan warna, yang dapat dilihat konsumen melalui stiker yang ditempelkan pada kemasan. Penggunaan Seftin memberikan deteksi objektif tanpa membuka kemasan, menjaga sterilitas daging. Tim berharap Seftin segera komersialisasi sebagai standar baru pemantauan kesegaran pangan di Indonesia.
Bagikan
Berita terkait
Strategi Antisipasi Dampak El Nino terhadap Pangan di Banyumas Raya
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 13.45
Pemerintah Bidik Daerah 3T sebagai Prioritas Program MBG
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 16.20
Pupuk Indonesia Tingkatkan Produktivitas Padi 2 Kali Lipat di Dairi
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 15.44
Pangkas Emisi 110 Ribu Ton CO2, Revamping Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kaltim Siap Beroperasi Penuh
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 03.04