Jakarta · Selasa, 25 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Strategi Antisipasi Dampak El Nino terhadap Pangan di Banyumas Raya

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk mengantisipasi dampak El Nino terhadap stabilitas pangan di wilayah Banyumas Raya (Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara). Langkah mitigasi dilakukan secara komprehensif mulai dari sektor hulu hingga hilir, dengan fokus pada produktivitas pertanian, ketersediaan pasokan, dan stabilitas harga. Di sektor hulu, BI Purwokerto mendorong optimalisasi infrastruktur irigasi dan pompanisasi, penggunaan varietas tanaman tahan kering, pengembangan sentra pangan, serta pemberdayaan petani muda melalui teknologi digital farming. Pendampingan intensif juga diberikan kepada kelompok tani dan lingkungan pesantren untuk pengembangan komoditas pangan strategis. Dari sisi distribusi, kekuatan kerja sama antardaerah dilakukan melalui skema Government to Government (G2G) dan Business to Business (B2B). Untuk menjaga keterjangkauan harga, dilakukan operasi pasar, Gerakan Pangan Murah, dan penguatan jaringan Toko Tani, serta pengawasan ketat terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk mencegah spekulasi. Pengendalian inflasi dilakukan melalui sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan strategi 4K. Meski ancaman El Nino ada, KPwBI Purwokerto optimis dampaknya tidak signifikan karena pertanian tetap terjaga dan puncak panen padi musim kedua berlangsung. BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memperingatkan peluang curah hujan rendah (di bawah 50 mm per dasarian) mencapai lebih dari 90 persen hingga akhir Agustus, sehingga masyarakat di wilayah Waspada disarankan menghemat penggunaan air, sementara wilayah Siaga dan Awas harus mengelola irigasi ketat. Petani lahan tadah hujan disarankan beralih ke tanaman tahan kekeringan untuk meminimalkan risiko gagal panen.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait