Sahabat Baik, Mari Bantu Osi Punya Kaki Palsu agar Bisa Lanjut Sekolah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Osi Aulia, remaja 14 tahun asal Desa Tenjolaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, harus menjalani amputasi kaki kanan setelah didiagnosis tumor tulang. Kondisi ini berawal dari jatuh setahun lalu yang tak kunjung sembuh. Akibatnya, Osi tertinggal sekolah dan belum bisa melanjutkan pendidikan kelas 8, sementara teman-temannya kini sudah duduk di kelas 9. Ia berasal dari keluarga prasejahtera: ayah tidak bekerja karena sakit, ibu bekerja sebagai buruh pemetik teh. Osi rutin membantu ibunya berjualan gorengan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Kaki palsu menjadi kebutuhan utama agar Osi bisa kembali beraktivitas dan bersekolah. Namun akses terhadap alat ini sulit bagi keluarga prasejahtera, meski fasilitas JKN-KIS tersedia. Hambatan meliputi jarak rumah sakit yang jauh, biaya transportasi mahal, dan perlunya terapi berkelanjutan. Relawan berbuatbaik.id, Heri, menekankan pendidikan adalah kunci memperbaiki kehidupan keluarga ini, sehingga sekolah formal hingga SMA harus diselesaikan. Program sosial pengadaan kaki palsu dinilai penting untuk mendekatkan akses dan terapi bagi pasien prasejahtera. Osi berharap dengan kaki palsu ia bisa kembali sekolah dan meningkatkan derajat hidup keluarganya, sehingga ibunya tak perlu lagi bekerja berat memetik teh sejak dini hari.
Bagikan
Berita terkait
Anak Buruh Pemetik Teh Berharap Kaki Palsu demi Lanjutkan Sekolah
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 17.39
Lengkapi Fasilitas Pendidikan di PIK2, Sekolah Chevalier Mengonsep Belajar Lebih Dekat dengan Alam
JPNN.com · 27 September 2026 pukul 15.32
Guru Olahraga SMP di Situbondo Terancam Dipecat usai Diduga Cabuli Siswi Yatim
kumparan · 27 September 2026 pukul 15.09
Sekolah Merah Putih di Rempang untuk Masa Depan Anak Prasejahtera
CNBC Indonesia · 27 September 2026 pukul 14.14