Saham BYAN Sempat Melonjak 20 Persen, IAW Minta Regulator Telusuri Rumor Akuisisi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesian Audit Watch (IAW) meminta regulator untuk menyelidiki rumor akuisisi 62,2 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang dilaporkan akan dilakukan oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam. Iskandar Sitorus, Sekretaris Pendiri IAW, menyatakan bahwa perubahan pengendalian perusahaan tidak otomatis melanggar hukum, namun penting untuk memastikan seluruh proses dapat ditelusuri, termasuk aktivitas perdagangan saham sebelum pengumuman resmi. Ia menekankan bahwa investigasi harus dimulai sebelum transaksi diumumkan, dengan menelusuri kapan pembicaraan dimulai, siapa yang mengetahui informasi, dan apakah ada perdagangan yang mencurigakan. Pada 18 Agustus 2026, saham BYAN mengalami kenaikan sekitar 20 persen hingga mencapai Auto Reject Atas (ARA) di level Rp17.275 per saham. BYAN dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) telah menyatakan tidak memiliki rencana pengambilalihan, namun IAW mengingatkan agar publik tidak terburu-buru menghakimi klarifikasi yang telah disampaikan. Yang perlu diperiksa adalah informasi yang diketahui masing-masing pihak pada saat pernyataan dibuat dan apakah proses menuju perubahan pengendalian berjalan transparan. IAW juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan perlindungan pemegang saham publik jika transaksi memang terjadi.
Bagikan
Berita terkait
Rumor 62 Persen Saham BYAN Dinilai Jadi Alarm Integritas Pasar
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 14.46
Emiten Milik Haji Isam Bantah Akuisisi 62,25 Saham BYAN
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 11.15
Diterpa Isu Akuisisi BYAN, Emiten Milik Haji Isam Akhirnya Buka Suara
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 10.15
Diterpa Isu Akuisisi Bayan (BYAN), Emiten Milik Haji Isam Buka Suara
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 10.15