Sakit Stroke, Pak Awan Berharap Punya Gerobak untuk Mempermudah Jualan Balon
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Awan, seorang pria 64 tahun di Desa Campakamekar, Kabupaten Bandung Barat, kehilangan kemampuan sebagian tubuh akibat stroke, sehingga keduanya bergetar dan bicaranya perlahan. Sebelumnya bekerja sebagai kuli bangunan, kini ia tidak bisa lagi bekerja keras dan harus memenuhi kebutuhan hidupnya serta keluarganya yang rentan, termasuk istri dengan gangguan lambung dan adiknya yang merupakan penyandang gangguan jiwa (ODGJ). Untuk bertahan, Awan menjual balon di depan sekolah seharga Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per buah, dengan penghasilan harian mencapai Rp 30.000. Namun, karena lelah dan kondisi tubuh yang lemah, ia hanya bisa berjualan selama empat jam sehari dan sering tidak dapat pelanggan cukup banyak. Ia harus berjalan beberapa kilometer sambil menggunakan trolley untuk membawa modal usaha sebesar Rp 50.000. Awan berharap dapat gerobak roda yang dapat didorong agar usahanya lebih efisien, bisa mengangkut lebih banyak jenis jualan, dan memberinya energi lebih untuk terapi dan pengobatan. Dana dari penjualan digunakan untuk biaya pengobatan ke puskesmas atau rumah sakit, termasuk untuk kontrol stroke dan kunjungan medis keluarga. Keluarganya sangat bergantung pada bantuan warga dan relawan, seperti dari Yayasan Waoneag Cinta Kasih, yang turut memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makan, listrik, dan air bersih melalui gotong royong. Kini, sebuah kampanye melalui berbuatbaik.id mengajak masyarakat untuk mendukung Awan agar bisa mendapatkan gerobak, sehingga ia bisa mandiri dan hidupnya lebih baik.
Bagikan
Berita terkait
LPDB Koperasi Rayakan Dua Dekade dengan Berbagi, Salurkan Ratusan Paket Bantuan Sosial untuk Lansia
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 12.01
LPDB Koperasi Rayakan 2 Dekade, Salurkan Ratusan Bantuan Sosial untuk Lansia
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 11.48
Detik-detik Lansia Pemilik Warung Mi Singapura Dibanting Pengunjung
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 20.30
PNM Bergerak Bantu Korban Gempa NTT, Pastikan Karyawan dan Nasabah Tak Hadapi Bencana Sendirian
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 20.20