Salam lintas agama kembali bergaung di Majelis Umum PBB
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Luar Negeri RI Sugiono membuka pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan menyampaikan salam lintas agama yang menjadi simbol persatuan bangsa. Salam tersebut meliputi "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Salve, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Rahayu" dan disambut dengan tepuk tangan dari para delegasi hadir. Kegiatan ini menandakan kembalinya tradisi salam lintas agama Indonesia di forum PBB setelah tahun sebelumnya dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto di Sidang ke-80. Dalam pidatonya yang berdurasi sekitar 17 menit, Sugiono menekankan pentingnya ketahanan nasional sebagai fondasi ketahanan kawasan dan global. Ia menjelaskan bahwa keberagaman suku bangsa di Indonesia dikelola melalui semboyan Bhinneka Tunggal Ika, bukan ditaklukkan. Dari Aceh hingga Papua, dari Miangas hingga Rote, Indonesia tetap bersatu sebagai satu bangsa. Menurutnya, keberagaman harus dikelola, dihargai, dan dijadikan kekuatan melalui partisipasi demokrasi, dialog, dan penghargaan terhadap perbedaan. Sugiono menutup pidatonya dengan menyampaikan salam lintas agama yang sama, disambut tepuk tangan para delegasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 27 September 2026 pukul 08.00
Di PBB, Menlu Sugiono Tegaskan Ketahanan Nasional Jadi Fondasi Ketahanan Global
Berita terkait
Indonesia tekankan pentingnya ketahanan nasional di Majelis Umum PBB
ANTARA News · 27 September 2026 pukul 06.20
Indonesia desak aksi konkret hadapi ancaman kenaikan permukaan laut
ANTARA News · 26 September 2026 pukul 13.22
The Kertanegara Dorong Penguatan Kapasitas Generasi Muda hingga Ketahanan Nasional
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 08.08
RI nilai isu Palestina jadi ujian terbesar bagi hukum internasional
ANTARA News · 27 September 2026 pukul 07.05