Samarinda lestarikan 17 situs cagar budaya penyokong identitas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sedang melestarikan 17 situs cagar budaya untuk memperkuat identitas dan sejarah daerah. Situs yang menjadi prioritas antara lain Masjid Shiratal Mustaqim, Klenteng Thien Ie Kong, Tugu Kebangunan Nasional, dan Makam La Mohang Daeng Mangkona. Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Samarinda, Barlin Hady Kusuma, menyatakan pelestarian ini bertujuan menjaga memori kolektif warga di tengah pesatnya pembangunan kota.
Situs-situs bersejarah tersebut dikembangkan menjadi ruang publik alternatif yang edukatif bagi pelajar dan masyarakat umum. Pemerintah kota juga memperkuat regulasi agar cagar budaya tidak tergerus alih fungsi lahan, serta menjalin sinergi dengan ratusan sanggar seni dan komunitas lokal untuk menghidupkan suasana sejarah di kawasan destinasi wisata budaya.
Selain penataan fisik, pemerintah daerah mendorong pendaftaran warisan budaya takbenda ke tingkat nasional, menyiapkan digitalisasi dan pameran berkala di museum, serta mengalokasikan program pembinaan berkelanjutan bagi pelaku seni dan budayawan lokal. Seluruh upaya ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pariwisata dan menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Bagikan
Berita terkait
Survei Pohon Durian Berujung Hilangnya Batu Bersejarah Era Medang di Jember
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 06.33
Komisi X DPR RI Catat Beberapa Problem Pengelolaan Cagar Budaya di Jogja
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 23.56
Oknum TNI Ribut dengan Satpol PP Samarinda Saat Razia Kafe, Dandim Minta Maaf
Detik.com · 24 September 2026 pukul 11.20
Jaga Warisan Budaya, Kemenbud Canangkan Revitalisasi Keraton Surakarta
Detik.com · 24 September 2026 pukul 07.48