SASKARA Hadirkan Bungo Ameh, Koleksi Perlengkapan Ibadah Bernuansa Minangkabau
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

SASKARA meluncurkan koleksi baru bernama Bungo Ameh untuk merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Koleksi ini merupakan bagian dari rangkaian Koleksi Nusantara yang terinspirasi dari budaya Sumatra Barat, khususnya kain songket dan mahkota suntiang Minangkabau. Bungo Ameh berarti 'Bunga Emas' dalam bahasa Minang dan dirancang oleh Andya Kartika, konseptor dan desainer SASKARA. Koleksi ini menggabungkan ornamen bunga pada suntiang dan motif songket untuk mencerminkan keindahan serta nilai budaya Minangkabau. Bungo Ameh juga mengedepankan falsafah 'Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah', yang menunjukkan harmoni antara adat Minangkabau dan ajaran Islam. Koleksi tersedia dalam enam pilihan warna. Untuk perempuan, tersedia prayer set meliputi mukena, sajadah, pouch, dan hijab. Untuk laki-laki, tersedia sarung dengan desain yang konsisten dengan tema koleksi. Dengan peluncuran ini, SASKARA berupaya mempertemukan tradisi budaya lokal dengan kebutuhan keagamaan modern.
Bagikan
Berita terkait
Songket dan Suntiang Jadi Inspirasi, Budaya Minangkabau Didorong Masuk Industri Kreatif
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 16.22
Sambut HUT RI ke-81, SASKARA Hadirkan Bungo Ameh: Koleksi Nusantara dari Sumbar
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 20.35
Koleksi Bungo Ameh Hadirkan Keindahan Suntiang dan Songket dalam Busana Ibadah
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 16.07
Nawi, Sang Veteran Perang di Padang yang Berusia 104 Tahun Kenang Masa Perjuangan
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 15.36