Satelit NASA Abadikan Bayangan Gerhana Matahari Total dari Luar Angkasa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Satelit Deep Space Climate Observatory (DSCOVR) milik NASA berhasil mengabadikan bayangan gerhana matahari total dari luar angkasa. Dari jarak 1,5 juta kilometer dari Bumi, kamera Earth Polychromatic Imaging Camera (EPIC) pada satelit ini menangkap bayangan bulat hitam Bulan yang bergerak menyelimuti permukaan Bumi. Satelit DSCOVR berada di Titik Lagrange 1 (L1), posisi yang selalu berada di antara Bumi dan Matahari, memberikan pandangan unik terhadap fenomena ini.
Dalam rekaman visual tersebut, bayangan Bulan atau umbra terlihat seperti noda gelap bundar yang melintasi daratan dan lautan. Pengamatan ini memperlihatkan jalur totalitas, wilayah di mana Bulan menutup penuh cakram Matahari. Kamera EPIC dilengkapi dengan 10 filter warna khusus, dari ultraviolet hingga inframerah dekat, yang memungkinkan pemantauan atmosfer Bumi, kandungan ozon, vegetasi, dan tinggi awan secara berkelanjutan.
Pengamatan dari luar angkasa ini memberi ilmuwan perspektif berharga tentang interaksi dinamis antara Matahari, Bulan, dan Bumi. Selain sebagai dokumentasi visual, hasil ini menegaskan peran penting DSCOVR dan EPIC dalam memantau dinamika iklim dan fenomena antariksa Bumi dari luar angkasa.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 06.30
Usai Gerhana Matahari Total 12 Agustus, Kapan Momen Langka Itu Terjadi Lagi?
Berita terkait
Bulan Bergerak Menjauhi Bumi, Manusia Sudah Rasakan Dampaknya
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 13.25
28 Agustus 2026 Ada Gerhana Bulan Sebagian, Hampir 96 Persen Bulan Tertutup
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 11.44
Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027: Durasi 6 Menit dan Wilayah Lintasan
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 19.44
Bulan Menjauh dari Bumi, Manusia akan Rasakan Dampaknya
CNBC Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 13.00