Saudi Bangun Aliansi Militer dengan Turki dan Pakistan, Perang Yaman Akan Meluas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pakar Timur Tengah dari Universitas Cambridge, Elisabeth Kendall, memperingatkan bahwa serangan rudal dan drone Houthi terhadap lokasi militer di Yaman dapat mendorong negara tersebut kembali ke perang yang lebih luas. Serangan tersebut menewaskan setidaknya 30 tentara pemerintah dan melukai 15 orang lainnya, menandai eskalasi bagi konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kendall menegaskan bahwa perang saudara di Yaman secara teknis tidak pernah benar-benar berakhir, meskipun gencatan senjata sempat dinyatakan sejak 2022. Namun, masa berlaku gencatan senjata tersebut sudah kadaluarsa, dan beberapa bulan terakhir telah disaksikan gerak pasukan serta bentrokan yang meningkatkan ketegangan di wilayah konflik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 13.13
Mendidih! Houthi Gempur Arab Saudi, 11 Orang Luka-luka
Berita terkait
Saudi Serang Taiz Yaman, 7 Orang Tewas
Detik.com · 27 September 2026 pukul 19.47
Presiden Trump: Mereka Beri Tahu Kalau Tak Ingin Berperang dengan Kami
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 20.00
Arab Saudi Upayakan Gencatan Senjata 2 Pekan dengan Houthi Lewat Oman
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 15.30
Timteng Makin Memanas, Kemlu Beberkan Kabar WNI
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 19.15