Saudi Bangun Aliansi Militer dengan Turki dan Pakistan, Perang Yaman Akan Meluas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pakar Timur Tengah dari Universitas Cambridge, Elisabeth Kendall, memperingatkan bahwa serangan rudal dan drone Houthi terhadap lokasi militer di Yaman dapat mendorong negara tersebut kembali ke perang yang lebih luas. Serangan tersebut menewaskan setidaknya 30 tentara pemerintah dan melukai 15 orang lainnya, menandai eskalasi bagi konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kendall menegaskan bahwa perang saudara di Yaman secara teknis tidak pernah benar-benar berakhir, meskipun gencatan senjata sempat dinyatakan sejak 2022. Namun, masa berlaku gencatan senjata tersebut sudah kadaluarsa, dan beberapa bulan terakhir telah disaksikan gerak pasukan serta bentrokan yang meningkatkan ketegangan di wilayah konflik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 13.13
Mendidih! Houthi Gempur Arab Saudi, 11 Orang Luka-luka
Berita terkait
Mesir & AS Desak Pelaksanaan Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 09.45
Rencana Rahasia Iran untuk Tingkatkan Eskalasi Perang dengan AS
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 15.42
Langkah Langka AS, Jared Kushner Temui Petinggi Hamas di Mesir
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 14.43
Gagal Capai Kesepakatan Nuklir 60 Hari, Gencatan Senjata AS-Iran Mendek
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 14.32