Jakarta · Sabtu, 12 September 2026Cari
WargaKonoha

Saudi Tertekan, Pipa Minyak Ditutup saat Houthi Kuasai Bab el-Mandeb

Arab Saudi menutup pipa minyak East-West sepanjang 1.200 kilometer pada Jumat (11/9/2026) setelah serangan drone menghantam fasilitas tersebut, sekaligus dengan perebutan Houthi yang didukung Iran terhadap Pulau Mayun di Selat Bab el-Mandeb. Penutupan pipa ini menjadi langkah pencegahan setelah beberapa orang terluka, dan Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan bahwa tim darurat telah dikerahkan untuk mengamankan fasilitas serta menilai kerusakan. Riyadh menuding serangan drone berasal dari Irak dan memilih untuk memberi pemerintah Irak kesempatan untuk mengambil langkah yang diperlukan, meskipun tetap menegaskan haknya untuk bertindak jika diperlukan. Pipa East-West biasanya mengalirkan sekitar 4 hingga 5 juta barel minyak per hari, setara dengan 4-5% pasokan minyak global, dan menjadi jalur kritis bagi ekspor minyak Saudi ke Laut Merah tanpa melewati Selat Hormuz. Penguasaan Houthi atas Pulau Mayun memperkuat ancaman terhadap jalur pelayaran Bab el-Mandeb, salah satu titik sempit terpenting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Tekanan ini memicu kenaikan harga minyak Brent hingga mencapai US$105 per barel, sementara pasokan minyak mentah Saudi dilaporkan turun ke level terendah dalam lebih dari tiga dekade. Konflik ini memperparah ketegangan regional yang melibatkan Iran, Irak, dan negara-negara Teluk, dengan pertemuan yang digelar di Oman pada 14/9/2026 untuk membahas keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menolak permintaan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman untuk melancarkan serangan militer terhadap pasukan Houthi, sementara Iran dan sekutunya terus memperluas pengaruh di wilayah yang strategis bagi perdagangan global.

Berita terkait