SBY: Era Pasca-Perang Dingin Berakhir, Dunia Masuki Transisi Geopolitik Besar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan dalam The 5th Biennial International Conference on International Relations yang diselenggarakan Universitas Katolik Parahyangan pada 20 Agustus 2024, bahwa dunia saat ini berada dalam masa transisi geopolitik besar. SBY menyatakan melalui pesan video bahwa era pasca-Perang Dingin telah berakhir, sementara tatanan internasional yang baru belum sepenuhnya terbentuk. Ia menjelaskan konsep multipolar sebagai kondisi di mana banyak negara atau aliansi besar memiliki kekuatan setara, sehingga tidak ada satu atau dua negara yang mendominasi. Namun, SBY menekankan bahwa kondisi multipolar tidak otomatis membuat sistem internasional menjadi lebih multilateral.
SBY mengakui bahwa politik kekuasaan tidak dapat sepenuhnya dihilangkan, karena setiap negara akan tetap berupaya melindungi kedaulatan, keamanan, kesejahteraan, dan kepentingan nasionalnya. Menurutnya, fokus utama bukanlah bagaimana negara menggunakan kekuasaan, melainkan apakah kekuasaan tersebut dijalankan dengan tanggung jawab dan pengendalian diri. SBY menekankan bahwa pemimpin yang kuat harus memahami kapan menggunakan kekuatan, kapan mendengarkan, dan kapan membuka ruang untuk kompromi.
Lebih lanjut, SBY menyampaikan bahwa negara-negara besar memiliki tanggung jawab yang lebih besar terhadap perdamaian dan stabilitas dunia karena pengaruh, sumber daya, dan ruang bertindak yang lebih luas yang dimiliki. Ia menegaskan bahwa dunia berhak mendapatkan kepentingan negara-negara besar yang tidak merusak keamanan dan martabat pihak lain. SBY menutup dengan mengingatkan bahwa masa depan tatanan internasional tidak harus hanya ditentukan oleh kekuatan, melainkan harus didasarkan pada tanggung jawab, solidaritas, kearifan, dan kemanusiaan.
Bagikan
Berita terkait
Iran Seru Indonesia dan Negara-negara Muslim Terkemuka Pimpin Upaya Persatuan
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 20.31
Prabowo Ramal Perang Rusia Vs Ukraina Lebih Lama dari Perang Dunia II
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 19.31
CSD Perdana RI-China Digelar Besok, Kerja Sama Ekonomi Jadi Fokus
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 14.28
Harga Minyak Brent Tembus USD 92 per Barel, Dipicu Gejolak Pasokan dan Konflik Iran
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 12.30