Sedang Tren di China, Bocoran Informasi Korupsi Dijadikan Konten untuk Hasilkan Uang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bocoran informasi mengenai rencana penyelidikan korupsi di China semakin marak di media sosial. Informasi ini tidak hanya membantu pejabat korup menyembunyikan bukti, tetapi juga menjadi sumber pendapatan bagi para kreator konten. Mereka menjual akses ke grup obrolan yang berisi data sensitif atau memonetisasi konten melalui iklan dan pembayaran platform.
Fenomena ini menjadi tantangan serius bagi kampanye anti-korupsi Presiden Xi Jinping, yang telah menindak lebih dari 7 juta orang sejak 2012. Laporan Banyuetan, majalah resmi Xinhua, mengungkapkan bahwa sejumlah pejabat sengaja membocorkan data yang melanggar aturan, lalu dijual kembali melalui jaringan daring ilegal.
Akun-akun media sosial sering memprediksi penurunan pejabat dengan membagikan profil atau menggunakan homofon dan kata kunci tertentu. Beberapa akun meminta biaya antara beberapa dolar hingga USD56 untuk akses ke grup terkait.
Bagikan
Berita terkait
Polisi Dalami Pejabat Pakai Uang Negara untuk Sebar Hoax, Bakal Dijerat Korupsi
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 19.34
Perusahaan China Bangkrut, Bos Besar Langsung Dihukum Mati
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 18.20
Eks Pejabat Pertahanan Masuk Bui, Terima Suap Rp127 Miliar
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 17.56
Terima Suap Rp146 Miliar, Eks Pejabat Pertahanan Dipenjara 10 Tahun
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 14.32