Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Sejarah Vanila yang Tak Seharum Namanya

Vanila, rempah termahal kedua setelah safron (€90–€550/kg), memiliki sejarah rumit yang melibatkan lebah Meksiko, kolonialisme, dan penemuan Edmond Albius. Tanaman vanili (Vanilla planifolia) asli Mesoamerika, digunakan suku Totonac dan Aztek untuk minuman kakao. Setelah dibawa ke Eropa, tanaman tidak berbuah karena ketiadaan penyerbuk alami, lebah Melipona. Pada 1841, Edmond Albius, anak diperbudak berusia 12 tahun di Pulau Reunion, menemukan teknik penyerbukan manual yang menjadi standar global. Metode ini mengubah Reunion dan kemudian Madagaskar menjadi produsen utama vanili Bourbon. Namun, Albius meninggal miskin. Pada 1874, vanilin sintetis diproduksi massal, membuat vanila murah dan meluas, sehingga identik dengan 'biasa' dalam bahasa Inggris. Vanila asli tetap kompleks dengan 200+ senyawa aromatik, berbeda dari versi sintetis yang datar.

Berita terkait