Sejarah Vanila yang Tak Seharum Namanya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Vanila, rempah termahal kedua setelah safron (€90–€550/kg), memiliki sejarah rumit yang melibatkan lebah Meksiko, kolonialisme, dan penemuan Edmond Albius. Tanaman vanili (Vanilla planifolia) asli Mesoamerika, digunakan suku Totonac dan Aztek untuk minuman kakao. Setelah dibawa ke Eropa, tanaman tidak berbuah karena ketiadaan penyerbuk alami, lebah Melipona. Pada 1841, Edmond Albius, anak diperbudak berusia 12 tahun di Pulau Reunion, menemukan teknik penyerbukan manual yang menjadi standar global. Metode ini mengubah Reunion dan kemudian Madagaskar menjadi produsen utama vanili Bourbon. Namun, Albius meninggal miskin. Pada 1874, vanilin sintetis diproduksi massal, membuat vanila murah dan meluas, sehingga identik dengan 'biasa' dalam bahasa Inggris. Vanila asli tetap kompleks dengan 200+ senyawa aromatik, berbeda dari versi sintetis yang datar.
Bagikan
Berita terkait
Meski Indonesia Mayoritas Muslim, Negara Katolik Ini jadi Negara Eropa Pertama yang Akui Kemerdekaan RI
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 15.10
Megawati Ungkap Alasan Sering Teriakan Merdeka: Masukan dari Para Pejuang
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.37
Megawati Ungkap Alasan Sering Teriakkan 'Merdeka': Masukan dari Para Pejuang
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.37
Megawati Kenang Sukarno: Kita Harus Berani Lihat Sejarah dengan Kejujuran
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 12.35