Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Seluruh Sekolah di Jakarta Terapkan PJJ Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk seluruh sekolah di wilayah DKI mulai Senin, 7 September 2026, sebagai respons terhadap sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terdeteksi mencapai wilayah Jakarta. Kebijalan ini bertujuan melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menegaskan bahwa penerapan PJJ tidak berarti penghentian belajar, melainkan proses pembelajaran tetap berjalan dari rumah dengan sesuaian kondisi. Dinas Pendidikan akan melakukan pendampingan dan pemantauan, sementara orang tua disarankan untuk mendampingi anak-anak selama belajar jarak jauh dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi.

Situasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau juga mempengaruhi sektor transportasi, termasuk penutupan delapan bandara hingga 7 September 2026 demi keselamatan penerbangan. Badan Informasi dan Analisis Kebijakan (IABI) menegaskan bahwa abu vulkanik dapat mencair di dalam mesin jet dan memicu kegagalan penerbangan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memperpanjang penutupan bandara tersebut, sementara Kementerian Perhubungan membuka lima bandara alternatif dengan layanan gratis bus dan kereta dari Stasiun Cikampek (Soetta).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau sebaran abu vulkanik yang meluas ke wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu. Warga diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pemprov DKI Jakarta juga mengirimkan tenaga kesehatan dan bantuan awal sekitar Rp3,8 miliar untuk membantu penanganan korban gempa di Nusa Tenggara Timur.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait