Seniman Bali Bersuara, Film Dokumenter ROOTS Curi Perhatian Insan Seni
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Film dokumenter fiksi berjudul Roots – One Hundred Years Walter Spies in Bali, karya sutradara Michael Schindhelm, menutup rangkaian tur pemutaran di Galeri Cemara 6 - Museum Toeti Heraty, Jakarta, Sabtu (8/8). Film berdurasi 105 menit ini sebelumnya sudah ditayangkan di Bandung, Bogor, dan Jakarta, serta mendapat apresiasi tinggi dari insan seni, budayawan, akademisi, dan pecinta sejarah. Film ini memadukan arsip foto sejarah, dokumenter pendukung, dan potongan film era Perang Dunia I & II.
Roots membahas kontribusi besar Walter Spies terhadap seni dan pariwisata Bali, sekaligus mengkritisi dampak kolonialisme, dinamika kuasa budaya, dan masalah pariwisata massal pasca-kehadirannya. Pemegang hak pemutaran di Indonesia, Yudha Bantono, menyebut film ini membuka ruang dialog baru tentang perubahan wajah Bali, dari kontribusi artistik Spies hingga sisi gelap dinamika perubahan pulau tersebut. Pemutaran di Jakarta dan Bogor digelar di tujuh lokasi, termasuk Taman Ismail Marzuki dan Galeri Cemara 6.
Bagikan
Berita terkait
Bali Diam-Diam Akan Punya Trem Baterai di 2028, Ini Rutenya
CNBC Indonesia · 26 September 2026 pukul 16.15
Bali Darurat Sampah, Sekda Dewa Indra Minta Desa Adat Bergerak Via Awig-awig
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 22.37
Bukan Cuma Kereta & Tol, Ini Proyek Infrastruktur Baru yang Dibangun di Bali
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 09.35
Kereta Api di Bali Tinggal Menunggu Waktu, Koster Buka-bukaan
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 07.44