Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Serangan Udara Israel di Libanon Selatan Tewaskan 12 Orang Termasuk Anak-Anak

Serangan udara Israel di desa Kfar Rumman, Libanon selatan, pada Senin (7/9) dini hari menewaskan 11 orang termasuk dua anak dan dua perempuan, melukai delapan orang lain, dan menewaskan seorang paramedis dalam serangan terpisah yang menyasar mobil. Kementerian Kesehatan Libanon melaporkan kematian dan luka ini terjadi di tengah eskalasi baru antara Israel dan Hizbullah. Militer Israel menyatakan serangan ini sebagai respons atas serangan drone Hizbullah yang menargetkan pasukannya di wilayah yang sama. Serangan ini terjadi beberapa hari setelah Israel mengklaim mengamankan kendali atas bukit strategis Ali Taher dan jalan utama ke Nabatiyeh. Meskipun gencatan senjata yang ditengahi AS disepakati lebih dari dua bulan lalu, pelanggaran masih terjadi dari kedua belah pihak. Warga setempat mengungkapkan ketakutan akan serangan yang kini menyasar pusat permukiman. Wali kota Kfar Rumman mengkritik kesepakatan kerangka kerja yang ditandatangani pada Juni lalu, menyatakan bahwa para pemimpin menandatangani kesepakatan sementara warga sipil harus membayar harganya. Selain itu, Israel juga menerbitkan peringatan evakuasi untuk bangunan di Deir al-Zahrani sebelum menghantamnya. Di lokasi lain, pasukan Israel yang beroperasi di dekat kastil Beaufort terlibat baku tembak dengan anggota Hizbullah, menyebabkan dua tentara Israel luka ringan dan tewasnya seorang militan. Hizbullah belum memberikan pernyataan resmi terkait eskalasi ini. Negosiasi untuk pelucutan senjata dan penarikan pasukan Israel dari selatan Libanon masih terjebak karena kedua belah pihak saling menetapkan syarat sulit dipenuhi. Sanksi AS juga ditargetkan pada 10 orang terlibat jaringan kurir uang untuk Hizbullah dan IRGC Iran di Libanon, Turki, dan UAE. Pemimpin Hizbullah Naim Qassem menyebut perundingan langsung dengan Israel sebagai kehinaan, sementara PM Nawaf Salam membalas kritik tersebut. Irian dilaporkan mengkoordinasikan serangan multi-front bersama Hizbullah, Hamas, dan Houthi terhadap Israel.

Berita terkait