Setelah Gagal Panen, Petani Timun di Subang Lebih Menderita karena Harga Jual Anjlok
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Petani timun di Kampung Ciistal, Desa Cimayasi, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengalami kerugian besar setelah gagal panen akibat musim kemarau. Harga jual ketimun menurun dari Rp8.000-Rp13.000/kg menjadi Rp5.000-Rp6.000/kg, menyebabkan kerugian hingga dua kali lipat. Produksi menurun dari 1 ton per tiga amplop benih menjadi hanya 800 kilogram karena kekeringan dan suhu panas. Selain itu, tanaman juga terserang hama ulat dan cacar daun. Bantuan dikumpulkan dari masyarakat Bandung melalui BAZNAS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 13.22
Amran Blusukan ke Karawang, Nyemplung Sawah Pelototi Ini
Warta Ekonomi · 30 Agustus 2026 pukul 15.14
Selamatkan 18,6 Ha Sawah di Sumbawa, 25 Ribu Liter Air Irigasi Disalurkan
Berita terkait
Mentan: Antisipasi El Nino Sudah Siap Sejak Awal Era Prabowo
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 16.45
Kemarau Panjang Meluas, 11 Daerah di Sultra Tetapkan Status Darurat Kekeringan
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 13.25
Pemerintah Tangani Kekeringan di 1.229 Lokasi, Selamatkan 41 Ribu Hektare Sawah dan Bantu 616 Ribu Jiwa
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 15.19
Kekeringan Meluas, Ribuan Hektare Sawah Terpaksa Menganggur
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 15.30