Mentan: Antisipasi El Nino Sudah Siap Sejak Awal Era Prabowo
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4930610/original/053719300_1724843671-image_-_2024-08-28T181111.701.jpg)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah telah menyiapkan strategi antisipasi El Nino sejak awal masa Prabowo-Gibran. Langkah-langkah meliputi penyiapan jaringan irigasi, pembagian pompa air, pembuatan embung, serta penyediaan benih tahan kering. Program cetak sawah dan optimalisasi rawa juga direalisasikan untuk memperluas area tanam. Hingga saat ini, stok beras Bulog mencapai 5 juta ton. Dampak kekeringan terbatas pada 30.000 hektare dari total 11 juta hektare lahan pertanian.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 15.00
Mentan Terima Laporan 30 Ribu Hektare Lahan Pertanian Terkena Dampak El Nino
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 19.30
Dampak El Nino, BMKG Prediksi Musim Hujan Baru Terjadi November 2026
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 18.00
BMKG Prediksi Puncak Kemarau Jawa Barat Terjadi September-Oktober 2026
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 16.49
Dampak El Nino Kuat, BMKG Ingatkan Puncak Kemarau di September dan Oktober
Berita terkait
Kekeringan Meluas, Ribuan Hektare Sawah Terpaksa Menganggur
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 15.30
1.354 Hektare Sawah di Kabupaten Bekasi Terancam Kekeringan
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 15.07
Kekeringan di Tasikmalaya, 4.000 Hektare Lahan Pertanian Gagal Tanam
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 17.57
Petani berbagi air sumur demi selamatkan tanaman tembakau
ANTARA News · 3 Agustus 2026 pukul 14.44