Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Siap-Siap China Buat "Terusan Suez" Baru di Dekat RI

China akan mengoperasikan Terusan Pinglu pada September 2026, proyek infrastruktur senilai lebih dari 70 miliar yuan (US$10,7 miliar) yang merupakan kanal sungai-ke-laut pertama yang direncanakan oleh pemerintah pusat China sejak 1949. Terusan sepanjang 134,2 kilometer ini dapat dilewati kapal berbobot hingga 5.000 ton dan diperkirakan memotong jarak pengiriman barang dari wilayah barat daya China sekitar 560 kilometer dibandingkan rute lama melalui Pelabuhan Guangzhou. Sejumlah diplomat ASEAN yang mengunjungi Daerah Otonom Guangxi Zhuang pekan lalu menilai proyek ini akan mengubah peta perdagangan kawasan. Mereka meninjau langsung terusan tersebut, Pelabuhan Teluk Beibu, serta berbagai proyek konektivitas yang mendukung kerja sama industri dan logistik regional.

Para pejabat memuji manfaat terusan ini, yang disebut akan mengurangi biaya logistik dan meningkatkan efisiensi perdagangan serta investasi antara China dan Asia Tenggara. Duta Besar Laos berharap jalur kereta cepat China-Laos dapat terhubung langsung dengan Terusan Pinglu untuk menciptakan jaringan transportasi yang lebih terintegrasi, sementara Duta Besar Myanmar memuji fitur lingkungan proyek tersebut, termasuk jalur khusus satwa liar dan koridor ekologis bagi burung serta lintasan migrasi ikan.

Terusan Pinglu merupakan bagian penting dari New International Land-Sea Trade Corridor, yang menangani 1,425 juta TEUs peti kemas pada 2025 (naik 47,6% YoY) dan telah menjangkau 593 pelabuhan di 128 negara dan wilayah per awal Juli 2026. Perdagangan China-ASEAN pada 2025 mencapai rekor US$1,05 triliun, pertama kalinya melebihi US$1 triliun. Sementara itu, Pelabuhan Teluk Beibu terus berkembang sebagai simpul utama perdagangan, dengan volume peti kemas melebihi 10 juta TEUs pada 2025 dan 100 rute pelayaran, termasuk 44 rute khusus ASEAN.

Berita terkait