Tak Sekadar Demi Uang, Mengapa Pakistan Tertarik Berdagang dengan Iran?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pakistan dan Iran menegaskan kembali tekad mereka untuk meningkatkan perdagangan bilateral hingga mencapai angka USD 10 miliar. Menteri Iran Mohammad Atabak menyebut Pakistan sebagai \"mitra dagang strategis jangka panjang\" dan menyatakan optimisme bahwa perjanjian perdagangan bebas (FTA) akan segera disepakati. Menurut Javed Hassan, mantan ketua Economic Advisory Group, layanan transit barang memberikan manfaat lebih dari sekadar pendapatan bagi Pakistan—hal ini menciptakan daya tawar strategis. Dengan menyediakan salah satu koridor darat paling efisien bagi Iran, Pakistan menjadi pihak yang berkepentingan dalam konektivitas komersial Teheran. Hal ini memperkuat posisi Islamabad terkait keamanan perbatasan, kerja sama energi—termasuk impor gas di masa depan—serta hubungan ekonomi yang lebih luas. Hassan mencatat bahwa Gwadar dan Chabahar dapat menjadi simpul yang saling melengkapi, sementara infrastruktur yang ada juga akan melayani Afghanistan dan Asia Tengah, sehingga menjadikan Gwadar sebagai pusat logistik regional. Pakistan harus mempererat hubungan dengan Iran tanpa menyinggung Arab Saudi dan UEA, dengan batasan bahwa wilayah Pakistan tidak memfasilitasi penghindaran sanksi. Reputasi Pakistan sebagai pusat konektivitas bergantung pada kinerja; saat ini, hal tersebut masih sebatas aspirasi.
Bagikan
Berita terkait
Siap-Siap China Buat "Terusan Suez" Baru di Dekat RI
CNBC Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 20.50
Pembahasan RUU Satu Data Rampung, Baleg Targetkan Disahkan Paripurna 6 Oktober
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 23.09
Cerita Anwar Usman Ditelepon Raffi Ahmad, Kaget Dilantik Jadi Wantimpres
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 23.08
Bahlil Sebut Bamsoet Otomatis Mundur dari DPR Usai Jadi Wantimpres
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 23.08