Siap-siap! Harga Barang-barang di Mal Bakal Makin Mahal, Pengusaha Ungkap Pemicunya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memperkirakan harga produk ritel berpotensi naik pada kuartal IV tahun 2026. Lonjakan harga ini dipicu oleh kenaikan biaya energi, logistik, harga bahan baku, serta pelemahan nilai tukar rupiah yang memengaruhi biaya produksi, terutama barang impor.
Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, mengatakan bahwa kenaikan harga mulai terasa menjelang musim belanja akhir tahun. Kuartal IV adalah periode puncak ketika peritel mempersiapkan stok besar untuk Natal, Tahun Baru, Imlek, Ramadan, dan Idulfitri awal 2027. Biaya produksi yang lebih tinggi akan memengaruhi harga barang baru.
Sementara itu, kuartal III belum terlihat dampaknya karena peritel masih menjual stok lama dengan biaya produksi lebih rendah. Potensi kenaikan harga lebih besar terjadi pada kuartal IV saat stok baru mulai masuk ke pasar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 18.00
Harga Barang Ritel Berpotensi Naik Mulai Oktober 2026, Ini Pemicunya
Liputan6.com · 2 Agustus 2026 pukul 10.10
Harga Pangan Hari Ini: Telur Ayam Rp 29.650 per Kg, Bawang Merah Rp 40.450
CNN Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 09.10
Harga-Harga Makin Mahal? Begini Cara Hemat Tanpa Mengorbankan Kenyaman
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 11.24
Destry Damayanti Akan Temui Prabowo 5 Agustus, Bahas Apa?
Berita terkait
Waspada Akhir Tahun, Harga-Harga Diperkirakan Naik Lagi
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 12.45
BPS Ungkap Penyebab Inflasi RI Naik 2,88%, Berkaitan dengan Emas
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 07.30
BPS: Bulan Juli Deflasi 0,14%
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 11.11
Ekonomi Tertekan, Warga Argentina Barter Barang Demi Dapat Makanan
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 19.00