Siapa Takut Baca Buku di MRT?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada Minggu, 9 Agustus 2026, sekitar 20 peserta bergabung dalam kegiatan Literatour yang mengajak membaca buku di dalam MRT Jakarta rute Lebak Bulus–Bundaran HI. Kegiatan berlangsung sekitar 30–31 menit, di mana peserta — membawa buku fisik maupun e-reader — membaca dalam diam di gerbong yang cukup lengang. Literatour digagas Nabila Putri (28), lulusan Perencanaan Wilayah dan Kota, sejak 2022 di Surabaya sebagai respons atas ketidakandalan transportasi umum kota asalnya. Ia ingin mengubah persepsi waktu perjalanan dari "waktu tunggu" menjadi ruang produktif sekaligus mendorong permintaan akan layanan transportasi umum yang lebih baik.
Peserta Merry Apsari (31) mengaku merasa lebih fokus membaca bersama kelompok dibanding sendirian, karena tercipta kesepakatan tak tertulis untuk mengarahkan perhatian ke halaman. Nabila menyarankan earbud noise-cancelling dan memperhatikan ukuran buku demi kesadaran berbagi ruang. Ia sendiri pernah mengalami book shaming dan kini berkampanye agar orang tidak takut membaca di ruang publik. Kegiatan diakhiri dengan workshop membuat pouch buku. Nabila menilai jaringan transportasi Jakarta sudah menjangkau banyak ruang literasi, namun waktu tunggu operasional masih bisa diperbaiki.
Bagikan
Berita terkait
Ini Gambaran Kondisi Jantung Jakarta Saat Stasiun Thamrin Beroperasi
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 20.15
Naik MRT Jakarta Kini Bisa Tap In Pakai Kartu Kredit
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 07.05
Rayakan Kemerdekaan RI, KAI Commuter Bagikan Kopi Gratis hingga Hadirkan Tarif Rp8
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 15.46
HUT ke-81 RI, Tarif Transjakarta hingga LRT Cuma Rp8
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 07.55