Jakarta · Selasa, 15 September 2026Cari
WargaKonoha

Siksa Kubur, Apakah Menimpa Ruh atau Jasad? Berapa Lama Berlangsungnya?

Artikel SINDOnews membahas konsep siksa kubur dalam Islam, khususnya apakah siksa tersebut menimpa ruh atau jasad. Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, azab kubur pada dasarnya menimpa ruh, karena hukuman setelah kematian berkaitan dengan kehidupan ruh. Namun, jasad manusia setelah kematian berubah menjadi bangkai yang rapuh dan tidak lagi membutuhkan makanan atau minuman.

Sementara itu, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa ruh terkadang masih memiliki hubungan dengan jasad, sehingga kenikmatan dan siksa di alam kubur dapat dirasakan oleh keduanya secara bersamaan. Beberapa ulama berpendapat bahwa siksa dan nikmat kubur menimpa jasad, bukan ruh, didasari oleh kasus-kasus yang diklaim terjadi saat kuburan dibongkar, seperti ditemukannya jasad yang masih utuh dan kering meskipun telah lama dikuburkan.

Al-Utsaimin menceritakan peristiwa di Unaizah, Arab Saudi, di mana saat penggalian, sebuah kuburan terbuka dan ditemukan jasad dengan kain kafan yang sudah dimakan tanah, tetapi tubuhnya masih utuh dan kering, bahkan tercium aroma harum seperti minyak misk. Para pekerja pun menghentikan penggalian dan meminta petunjuk seorang syekh, yang menyarankan agar kuburan dibiarkan sebagaimana adanya. Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, siksa kubur terbagi menjadi dua jenis: yang berlangsung terus-menerus hingga Hari Kiamat dan yang bersifat sementara.

Berita terkait