Singapura Mau Tambah Daratan Lagi, Siapkan Proyek Reklamasi Raksasa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Singapura sedang merencanakan proyek reklamasi lahan berskala besar, termasuk penggabungan beberapa pulau di selatan Pulau Jurong menjadi satu pulau baru dalam beberapa dekade mendatang. Selain itu, proyek perlindungan pantai bertajuk "Long Island" seluas 800 hektare juga dijadwalkan dimulai pada akhir 2026. Proyek ini diproyeksikan membutuhkan setidaknya 160 juta meter kubik material infill, setara dengan 64.000 kolam renang Olimpiade, mengingat kedalaman laut rata-rata 20 meter.
Para ahli menyoroti tantangan dalam mendapatkan material urukan yang cukup akibat terbatasnya pasokan pasir impor dan kenaikan biaya. Akibatnya, Singapura mulai beralih kepada tanah liat laut, material galian dari konstruksi MRT, dan metode empoldering seperti yang dilakukan di Pulau Tekong. Metode ini berhasil memangkas penggunaan pasir hingga setengahnya, meskipun memakan biaya pemeliharaan yang lebih tinggi.
Para pakar lingkungan telah memperingatkan bahwa proyek reklamasi dapat menghancurkan ekosistem secara permanen. Untuk menjawab kekhawatiran ini, Kementerian Pembangunan Nasional Singapura menegaskan akan melakukan studi teknis dan penilaian lingkungan mendalam. Para insinyen juga menekankan pentingnya mengeksplorasi metode dan material yang lebih berkelanjutan untuk meminimalkan dampak pada lingkungan maritim dan pesisir.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Berita terkait
Daratan akan Makin Luas, 3 Pulau Singapura Direklamasi Besar-Besaran
CNBC Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 20.15
Singapura Mau Gabungkan 3 Pulau Jadi Satu, Disiapkan untuk Industri Baru
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 11.45
Saatnya Responsible Brands Bertemu Konsumen yang Semakin Peduli
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 13.37
Tetangga RI Mau Babat Hutan Demi Perumahan, Puluhan Ribu Warga Menolak
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 21.20