Tetangga RI Mau Babat Hutan Demi Perumahan, Puluhan Ribu Warga Menolak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Singapura berencana membuka sebagian Hutan Maju dan Hutan Gillman untuk pembangunan perumahan, memicu protes luas dari warga. Rencana ini meliputi pembersihan 15 dari 23 hektare Hutan Maju dan pembukaan minimal 10 hektare Hutan Gillman. Lebih dari 60.000 orang menandatangani petisi penolakan, sementara lebih dari 2.000 warga berkumpul di Speakers' Corner untuk protes. Warga khawatir kehilangan habitat bagi 178 spesies hewan di Hutan Gillman dan 113 spesies di Hutan Maju, termasuk bulbul berkepala jerami yang terancam punah dan trenggiling Sunda. Menteri Negara Alvin Tan menyatakan keterbatasan lahan membuat pembangunan perumahan tidak terhindarkan, namun pemerintah berjanji akan mempertahankan lebih banyak ruang hijau meski jumlah rumah yang dibangun berkurang. Warga tetap menolak, dengan salah satu tokoh warga menyatakan bahwa membuka hutan hanya akan menciptakan 'kuburan ekosistem yang kering'.
Bagikan
Berita terkait
Anak Megawati Soroti Penanganan Karhutla Kalimantan: Singapura dan Malaysia Mulai Protes
Warta Ekonomi · 22 Agustus 2026 pukul 16.48
Kabut Asap Karhutla Indonesia Mengancam F1 Singapura 2026
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 06.17
Rakyat vs Raksasa Teknologi, Puluhan Ditahan Karena Protes Data Center
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 22.01
Lima pesepeda akan jelajahi lima provinsi kampanye perlindungan hutan dan orangutan
ANTARA News · 2 Agustus 2026 pukul 11.19