Sinyal Awal Pelemahan Ekonomi Nasional Diungkap, Pakar: Jangan Diabaikan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Data terbaru dari OECD dan CEIC menunjukkan adanya sinyal pelemahan ekonomi Indonesia. Composite Leading Indicator (CLI) OECD turun dari 100,73 pada Desember 2025 menjadi 99,81 pada Juni 2026, sementara Leading Economic Indicator (LEI) CEIC merosot 9,69 persen dari 102,33 menjadi 92,41 dalam periode yang sama.
Kepala Riset NEXT Indonesia Center, Ade Holis, menegaskan bahwa penurunan kedua indikator ini merupakan peringatan dini yang serius karena terjadi bersamaan dengan melemahnya sektor riil domestik, termasuk keyakinan konsumen, penjualan eceran, dan investasi domestik. Ia menekankan sinyal-sinyal tersebut tidak boleh diabaikan oleh pemerintah.
Meski demikian, Ade menilai penurunan ini belum mengindikasikan Indonesia menuju resesi, melainkan mencerminkan pergeseran momentum pertumbuhan sejak akhir 2025. Tekanan kini mulai terasa pada konsumsi rumah tangga yang masih menjadi penyumbang terbesar PDB nasional dengan kontribusi 53,82 persen pada semester I-2026.
Bagikan
Berita terkait
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29%, Saiq Iqbal Soroti Sektor Manufaktur
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 15.30
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% Kuartal II-2026, Ini Pendorongnya
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 11.26
Video: FMCG Masih Tumbuh Kuat, Sinyal Konsumsi Jadi Mesin Ekonomi RI
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 18.30
Rupiah Menang Lawan Dolar AS, Ditutup Menguat ke Rp17.910
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 15.07