Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29%, Saiq Iqbal Soroti Sektor Manufaktur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290712/original/010790800_1783492254-Penasihat_Khusus_Presiden_Bidang_Ketenagakerjaan_dan_Kesejahteraan_Buruh__Said_Iqbal-8_Juli_2026a.jpeg)
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% pada kuartal II 2026, didorong kuatnya konsumsi rumah tangga (53,32% kontribusi PDB, tumbuh 5,06%) dan konsumsi pemerintah (15,97%). Namun, Pertumbuhan ini dinilai belum berkualitas karena penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur rendah. Industri pengolahan hanya menambah 9.000 pekerja, sementara sektor perdagangan justru kehilangan 128.000 pekerja. Mayoritas lapangan kerja baru terbentuk di sektor jasa, akomodasi, makan-minum, dan transportasi, menandakan investasi cenderung mengalir ke sektor tidak padat karya.
Presiden KSPI Said Iqbal menyoroti berhentinya ekspansi perusahaan tekstil dan garmen, bahkan sebagian menutup usaha. Ia mendorong pemerintah mempercepat reindustrialisasi, khususnya di industri tekstil dan garmen, untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja manufaktur. Selain itu, Iqbal meminta deregulasi untuk memperbaiki iklim investasi, termasuk penyederhanaan regulasi dan penanganan mahalnya bahan baku industri tekstil.
Sementara itu, komponen Pembentuk Modal Tetap Bruto (PMTB) berkontribusi 29,36% dengan pertumbuhan 6,87%, didorong investasi kendaraan (26,03%) dan peralatan (16,18%). Net ekspor memberikan kontribusi negatif sebesar 0,78%, menunjukkan sektor ekspor belum signifikan mendukung pertumbuhan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 11.26
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% Kuartal II-2026, Ini Pendorongnya
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 15.07
Rupiah Menang Lawan Dolar AS, Ditutup Menguat ke Rp17.910
Berita terkait
Sinyal Awal Pelemahan Ekonomi Nasional Diungkap, Pakar: Jangan Diabaikan
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 10.59
Purbaya Banggakan Hal Ini Selama Jadi Menteri Keuangan
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 15.30
Purbaya Klaim Ekonomi RI Tetap Tahan Banting di Tengah Gejolak Global
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 20.27
Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh di Atas 5%, Ada Syaratnya
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 13.45