Siswa di Pontianak Sekolah Daring Imbas Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Kota Pontianak meliburkan pembelajaran tatap muka bagi siswa TK, PAUD, SD, dan SMP mulai Senin (10/7) akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti kota. Berdasarkan pantauan alat pengukur kualitas udara di Kecamatan Pontianak Tenggara, konsentrasi partikel udara mencapai di atas 200 mikrogram per meter kubik pada pukul 21.00–23.00 WIB (kategori tidak sehat), lalu turun menjadi kategori sedang sekitar pukul 08.00 WIB. Partikel asap yang lebih berat menyebabkan kualitas udara terburuk pada malam hingga subuh. Kegiatan belajar mengajar dialihkan ke mode daring tanpa batas waktu pasti; kebijakan akan disesuaikan dengan perkembangan kualitas udara.
Wali Kota Edi Kamtono meminta masyarakat, terutama anak-anak, mengurangi aktivitas luar ruangan dan memakai masker saat keluar rumah. Dinas Kesehatan melaporkan kenaikan kasus ISPA sekitar 5 persen dan telah menyiapkan oksigen di rumah sakit serta puskesmas. Wali Kota telah menetapkan status darurat karhutla untuk memperkuat koordinasi lintas sektor antara Pemkot, Pemprov Kalbar, pemerintah pusat, Forkopimda, dan swasta guna penanganan kebakaran dan dampak kesehatan.
Bagikan
Berita terkait
Asap Karhutla Pekat, Sekolah di Pontianak Masih Online Pekan Depan
CNN Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 17.35
Gegara Karhutla, Kasus ISPA Meningkat 10%
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 06.49
Komisi IX Soroti ISPA Akibat Karhutla: Tim Medis Harus Dikerahkan
kumparan · 24 September 2026 pukul 14.30
Masih Dilanda Karhutla, Status Tiga Daerah di Kalbar Berbahaya
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 22.30