Masih Dilanda Karhutla, Status Tiga Daerah di Kalbar Berbahaya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kualitas udara di tiga daerah Kalbar (Kubu Raya, Mempawah, Sintang) mencapai tingkat berbahaya pada Rabu (23/9) dengan konsentrasi PM2.5 masing-masing 594,4 µg/m3, 470,7 µg/m3, dan 331,5 µg/m3. Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyebabkan 149 titik panas dan 9 titik api di provinsi, serta 60,3 hektare lahan terbakar dalam 24 jam terakhir. Kemenkes mencatat 174.694 kasus ISPA dari 18 Agustus 2024 hingga 21 September 2026, termasuk 40.363 pada balita. BNPB menyatakan masih ada 209,78 hektare yang terbakar dan upaya pemadamkan serta operasi modifikasi cuaca (OMC) terus berlangsung hingga musim hujan normal kembali.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 23 September 2026 pukul 22.11
Karhutla Masih Tersisa 209,78 Hektare, Penerbangan Terganggu
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 20.05
Prabowo Dapat Laporan 209 Ha Lahan Masih Terbakar, Seskab Ungkap Ini
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 19.09
Analisis Pakar, Karhutla di Konsesi Bukan Bukti Perusahaan Sengaja Membakar
Detik.com · 23 September 2026 pukul 17.08
Prabowo Pantau Penanganan Karhutla, Sisa 209,78 Hektare Terus Dipadamkan
Berita terkait
Kualitas Udara Palangka Raya Kategori Hitam Berbahaya Imbas Karhutla
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 15.32
BNPB Ungkap Update Penanganan Karhutla di 6 Provinsi, Terluas di Riau
Detik.com · 17 September 2026 pukul 20.31
Asap Karhutla Picu Kenaikan Kasus ISPA di Riau
Detik.com · 16 September 2026 pukul 07.58
Kualitas Udara di Kepri Sangat Tidak Sehat, Kasus ISPA Melonjak
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 14.17