Soal Minyak dari Rusia, Bahlil: Negara yang Impor, Bukan Pertamina
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pengadaan minyak mentah dari Rusia dilakukan langsung oleh negara secara Government to Government melalui Lemigas, bukan PT Pertamina. Impor tahap pertama sudah selesai, dan pemerintah sedang melanjutkan tahap kedua. Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026, yang memberi otoritas kepada Badan Layanan Umum (BLU) seperti Lemigas untuk melakukan pengadaan energi, termasuk impor minyak mentah dan BBM. Pemerintah menekankan komitmen pada energi dalam negeri dan tidak akan membentuk BLU baru, melainkan mengoptimalkan lembaga yang sudah ada.
Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo menyampaikan Indonesia mendapatkan total 150 juta barel minyak mentah dari Rusia dengan harga khusus. Awalnya Rusia menjanjikan 100 juta barel, kemudian ditambah 50 juta barel untuk mendukung cadangan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global. Pasokan ini merupakan hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskwa pada April 2026.
Bagikan
Berita terkait
RI Proses Impor Minyak Tahap Kedua dari Rusia, Berapa Banyak?
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 14.25
China Tiba-Tiba Setop Ekspor BBM, Bakal Berdampak ke RI?
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 08.25
Pemerintah Mau Atur Konsumsi BBM Bersubsidi, DPR Soroti 3 Isu Ini
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 11.55
Kabar Gembira! Menteri ESDM Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026 Meski Minyak Dunia Meroket
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 05.00