Soroti Kerja Sama Bandara Kualanamu, Andre Rosiade Minta Angkasa Pura Evaluasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade menyoroti keterlambatan realisasi kerja sama pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu dengan pihak India. Dalam rapat dengar pendapat dengan direksi PT Angkasa Pura dan InJourney, Andre meminta evaluasi menyeluruh terhadap kerja sama tersebut. Sebelumnya, pihak India menjanjikan investasi sebesar Rp2,5 triliun, namun hingga kini hanya terrealisasi sekitar Rp600 miliar. Selain itu, janji peningkatan trafik penumpang dari Kuala Lumpur International Airport dan Changi Airport ke Kualanamu juga belum terlihat signifikan.
Andre juga menyoroti rencana penyelesaian komitmen pihak India melalui pinjaman pihak ketiga dengan menggunakan aset Indonesia sebagai jaminan. Menurutnya, skema ini berpotensi merugikan InJourney, Angkasa Pura, dan kepentingan negara. Oleh karena itu, Andre meminta Direktur Utama Angkasa Pura untuk melakukan kajian terhadap seluruh kerja sama tersebut.
Jika hasil kajian menunjukkan kerja sama tidak menguntungkan atau justru merugikan, Andre menegaskan bahwa kontrak harus dipertimbangkan untuk dihentikan. Untuk memastikan kajian dilakukan secara komprehensif, Andre juga meminta pendampingan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bareskrim Polri, dan Kejaksaan Agung.
Bagikan
Berita terkait
Angkasa Pura Buka Suara soal Pesawat Menhut Gagal Mendarat Gegara Asap
Detik.com · 3 September 2026 pukul 19.30
Senyum dan Tepuk Tangan Putin Saat Prabowo Kutip Pepatah Rusia
Detik.com · 3 September 2026 pukul 19.07
Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Bangun Jembatan Kerja Sama di Tengah Fragmentasi Global
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 17.58
Prabowo ke Pengusaha Rusia: Datanglah ke RI, Bekerja Bersama Kami
Detik.com · 3 September 2026 pukul 16.19