Soroti Kunjungan Dedi Mulyadi ke NTT, Pengamat: Baik, tetapi Sarat Pencitraan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menyerahkan bantuan korban gempa mendapat kritik dari pengamat politik Dedi Kurniansyah. Meskipun menilai aksi kemanusiaan tersebut sebagai langkah yang baik, Dedi Kurniansyah menyoroti adanya muatan pencitraan politik di balik kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran Dedi Mulyadi tidak efisien karena melibatkan tim besar dan biaya yang melebihi nilai bantuan yang diserahkan.
Menurut Dedi Kurniansyah, kunjungan tersebut merupakan kesempatan bagi Dedi Mulyadi untuk membangun citra populis, terutama mengingat perannya sekaligus sebagai kreator media sosial. Ia mengatakan hal ini tidak sebanding dengan pemimpin daerah lain yang juga memberikan bantuan tetapi tidak dijadikan momentum politik.
Pengamat ini juga menyatakan bahwa Dedi Mulyadi sedang mengalami sindrom selebritas, yakni haus pujian dan simpati publik. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak terlena dengan hiasan di media sosial dan tetap kritis terhadap motif di balik aksi kemanusiaan yang dipolitisasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 22 Agustus 2026 pukul 11.19
BNPB Salurkan 777 Ton Bantuan ke NTT Lewat Jalur Udara
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 02.00
Dedi Mulyadi Bakal Pergi Bantu Warga NTT: Kami Datang Bukan Sekadar Memberikan Bantuan
Berita terkait
Dedi Mulyadi ke NTT, Pengamat Singgung Sindrom Selebritis, Haus Pujian dan Politik Pencitraan
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 18.50
5.012 Gempa Susulan Guncang NTT, 124 di Antaranya Dirasakan Warga
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 19.41
BNPB Berduka, Founder Yayasan Gerak Bareng Ahmad Zaki Meninggal saat Misi Kemanusiaan di NTT
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 19.19
Dari Meja dan Kursi Baru, Tumbuh Semangat Belajar Siswa SDN Batu Cermin
Warta Ekonomi · 22 Agustus 2026 pukul 18.36