Jawa Barat Masih Bermasalah, Dedi Mulyadi Sibuk Cari Panggung di NTT
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktur IPO, Dedi Kurniansyah, menilai kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke NTT untuk membantu korban gempa lebih kepada pencitraan politik daripada kepedulian. Ia menganggap kehadiran KDM besar tidak efisien dan menimbulkan biaya tambahan, lebih terkait dengan upaya membangun citra sebagai pemimpin dekat rakyat. Dedi Kurniansyah menyebut fenomena ini sebagai "sindrom selebriti" dan membandingkannya dengan kepala daerah lain yang sama membantu tanpa menjadikannya panggung politik populis. Sementara itu, Jawa Barat masih menghadapi persoalan serius seperti banjir berulang dan tingkat kemiskinan yang tinggi, yang seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Kunjungan KDM ke NTT pada 21 Agustus 2026 disampaikan dengan bantuan senilai Rp4,5 miliar dari Pemprov Jabar, Baznas Jabar, Bank BJB, Apindo, Kadin, serta donasi pribadi KDM sebesar Rp4 miliar, ditambah sumbangan Rp500 juta dari Pemkot Depok.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 19.36
Soroti Kunjungan Dedi Mulyadi ke NTT, Pengamat: Baik, tetapi Sarat Pencitraan
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 18.50
Dedi Mulyadi ke NTT, Pengamat Singgung Sindrom Selebritis, Haus Pujian dan Politik Pencitraan
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 14.26
Pemprov Jabar Salurkan 24 Ekor Bibit Sapi Potong ke 3 Kabupaten
Berita terkait
Aksi Dedi Mulyadi di NTT: Bantuan Tulus atau Panggung Politik?
Warta Ekonomi · 23 Agustus 2026 pukul 00.30
Gubernur Dedi Mulyadi Sukses Galang Donasi untuk Bencana NTT, 'Rp4 Miliar, Alhamdulilah'
Warta Ekonomi · 22 Agustus 2026 pukul 09.00
Dedi Mulyadi Soal Ikut Rencana Kudeta Prabowo di Oktober: Semua Masalah Selesai Ketika Saya Datang
Warta Ekonomi · 22 Agustus 2026 pukul 00.35
Terjun Langsung ke NTT, Dedi Mulyadi Dianggap Cosplay Jadi Presiden
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 19.20