Soroti Tiga Wamenkeu Baru, Ekonom: Jangan Sampai Naikkan Biaya Koordinasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Institut INDEF menyoroti formasi tiga Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) dalam pemerintahan Prabowo-Gibran. M Rizal Taufikurahman menekankan formasi ini harus memperkuat kualitas keputusan fiskal, bukan sekadar menambah birokrasi. Ia menyatakan pembagian tugas Wamenkeu harus disertai kewenangan nyata dan pertanggungjawaban jelas. Jika keputusan operasional tetap menumpuk di Menteri Keuangan sementara DG menambah jalur persetujuan, biaya koordinasi justru meningkat. Rizal memperkirakan risiko fragmentasi kebijakan karena pengelolaan penerimaan, belanja, dan pembiayaan saling menentikan. Pemungutan pajak yang menekan usaha dapat melemahkan basis penerimaan, percepatan belanja tanpa kesiapan program dapat menghasilkan pemborosan, dan tambahan utang tanpa hasil ekonomi mempersempit ruang fiskal melalui beban bunga. Ketiga Wamenkeu harus mampu menguji konsekuensi tersebut secara bersama dan tidak boleh dinilai berhasil hanya karena target bidang tercapai, sementara keseimbangan APBN memburuk.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 20.45
Menkeu Suahasil Kenang Ketika Inflasi RI Tembus 650 Persen
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 13.45
Tepat HUT ke-28, Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp6,16 Triliun
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 13.01
PTKP Berpotensi Naik, Wamenkeu: Masih Dicari Level yang Optimal
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 10.32
Luky Alfirman, Dicopot Purbaya Kini Jadi Wamenkeu
Berita terkait
Rupiah Hampir Rp18 Ribu, Pertemuan Menkeu Suahasil dan Gubernur BI Sepakati 5 Pilar Fiskal-Moneter
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 20.40
Suahasil Klaim Ekonomi RI Cukup Baik: Tumbuh 5,45%, Inflasi 3,19%
Detik.com · 24 September 2026 pukul 15.17
Setoran Pajak Rp 1.409 Triliun hingga Agustus, 59,8% dari Target
Detik.com · 18 September 2026 pukul 11.05
Setoran Pajak Naik 24%, Tembus Rp1.410 Triliun per Agustus
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 10.22