Stres dan Diet Tinggi Protein Bisa Memicu Bau Mulut, Ini Penyebabnya
JPNN.com± 1 menit baca
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bau mulut (halitosis) tidak hanya disebabkan oleh kebersihan gigi, tetapi juga stres dan diet tinggi protein. Stres memicu kondisi mulut kering, sementara sisa makanan dari pola makan protein tinggi menjadi media berkembangnya bakteri. Bakteri ini menghasilkan Volatile Sulfur Compounds (VSCs) seperti hidrogen sulfida dan metil merkaptan yang menyebabkan bau tidak sedap. Berdasarkan data Kemenkes RI, 28,6 persen masyarakat Indonesia mengalami halitosis, sementara 62 persen responden mengalami gigi sensitif dan 86 persen merasa cemas saat makan.
Bagikan
Berita terkait
Tren Oral Care Jadi Peluang Bisnis, Pasar Produk Bau Mulut Diproyeksi Tembus USD 26,36 Miliar
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 15.23
Tak Selalu Permanen, Uban karena Stres Ternyata Bisa Menghitam Kembali
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 09.03
Ketika Dunia Kerja Berubah dan Tekanan Bertambah, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 15.47
4 Manfaat Teh Hijau yang Bikin Kaget
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 08.47