Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

Stres saat Hamil Bisa Tingkatkan Risiko Kelahiran Prematur, Ini Penjelasannya

Stres kronis selama kehamilan dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur. Menurut Gwen Latendresse, CNM, PhD dari University of Utah College of Nursing, stres yang berlangsung lama seperti kemiskinan, kecemasan berkepanjangan, kekerasan dalam hubungan, dan pengalaman diskriminasi dapat memengaruhi proses biologis ibu hamil. Ketika tubuh terus-menerima tekanan, sistem respons stres aktif berulang kali, menyebabkan akumulasi perubahan fisiologis yang disebut allostatic load. Perubahan ini termasuk peningkatan hormon corticotropin-releasing hormone (CRH) yang diproduksi oleh plasenta dan berkaitlangsung dengan waktu persalinan. Penelitian menunjukkan kadar CRH yang lebih tinggi pada masa kehamilan dikaitkan dengan risiko kelahiran prematur yang lebih besar. Namun, stres tidak menjadi penyebab tunggal kelahiran prematur karena melibatkan faktor biologis, psikologis, dan lingkungan yang kompleks. Oleh karena itu, menjaga kesehatan psikologis ibu hamil penting, terutama jika tekanan berlangsung terus-menerus.

Berita terkait