Stres saat Hamil Bisa Tingkatkan Risiko Kelahiran Prematur, Ini Penjelasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Stres kronis selama kehamilan dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur. Menurut Gwen Latendresse, CNM, PhD dari University of Utah College of Nursing, stres yang berlangsung lama seperti kemiskinan, kecemasan berkepanjangan, kekerasan dalam hubungan, dan pengalaman diskriminasi dapat memengaruhi proses biologis ibu hamil. Ketika tubuh terus-menerima tekanan, sistem respons stres aktif berulang kali, menyebabkan akumulasi perubahan fisiologis yang disebut allostatic load. Perubahan ini termasuk peningkatan hormon corticotropin-releasing hormone (CRH) yang diproduksi oleh plasenta dan berkaitlangsung dengan waktu persalinan. Penelitian menunjukkan kadar CRH yang lebih tinggi pada masa kehamilan dikaitkan dengan risiko kelahiran prematur yang lebih besar. Namun, stres tidak menjadi penyebab tunggal kelahiran prematur karena melibatkan faktor biologis, psikologis, dan lingkungan yang kompleks. Oleh karena itu, menjaga kesehatan psikologis ibu hamil penting, terutama jika tekanan berlangsung terus-menerus.
Bagikan
Berita terkait
Mengapa Kehamilan di Bawah Usia 20 Tahun Berisiko? Ini Penjelasan Medisnya
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 19.08
Cegah Stunting Sejak Dini, PT Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di 36 Kota
JawaPos · 1 September 2026 pukul 11.15
Tekan Angka Stunting, PT Pegadaian dan POGI Kolaborasi Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di 36 Kota
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 18.05
Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di 36 Kota Indonesia
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 16.44