Studi Ungkap Anak dari Orang Tua Berumur 100 Tahun Cenderung Hidup Lebih Lama
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Studi analisis tiga kohort jangka panjang di AS dan Inggris melibatkan lebih dari 4.000 peserta menunjukkan bahwa anak dari orang tua yang hidup hingga 100 tahun memiliki risiko kematian 42 persen lebih rendah, penyakit kardiovaskular 33 persen lebih rendah, dan tekanan darah tinggi 32 persen lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol. Rata-rata, kematian terjadi tiga tahun lebih lambat, dan penuaan hipertensi tertunda sekitar lima tahun. Analisis tetap konsisten setelah memperhitungkan faktor kebiasaan seperti merokok, pendidikan, pola makan, aktivitas fisik, dan status sosial ekonomi, menunjukkan gaya hidup saja tidak menjelaskan seluruh perbedaan. Peneliti menekankan bahwa temuan ini tidak membuktikan karena studi bersifat observasional dan tidak dapat memastikan penyebab langsung antara umur orang tua dan kesehatan anak. Studi juga terbatas karena mayoritas peserta berkulit putih dan data banyak berasal dari laporan diri peserta.
Bagikan
Berita terkait
Peneliti Israel Ungkap 50% Umur Manusia Sudah Ditentukan di Kandungan
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 14.45
Bakal Ada Skema Baru, Menkes Buka Suara soal Tarif BPJS Kesehatan
CNBC Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 11.15
Kasus ISPA di Kalbar Capai 165 Ribu Akibat Karhutla
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 09.52
Ini 12 Profesi Paling Dicari 10 Tahun ke Depan, Karier Anda Aman?
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 08.08