Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Subak Bali, Kearifan Lokal Menjaga Sumber Air

Sistem Subak Bali bertahan berkat komitmen masyarakat terhadap tradisi leluhur. Pembagian air dilakukan secara adil, sementara keputusan soal waktu tanam, jenis tanaman, dan penyelesaian pelanggaran disepakati bersama anggota. Organisasi dipimpin pekaseh yang berperan sebagai koordinator keputusan, memastikan distribusi air sesuai kesepakatan, dan menjembatani kebutuhan petani dengan pemerintah serta pengelola sumber daya air lain.

Di Subak Pangkung Jajang, pekaseh Gede Riasa mengungkapkan keberhasilan tanam empat kali setahun baru tercapai pada empat hektare lahan. Target tahun 2026, luas tersebut ditambah empat hektare lagi dari total 35 hektare lahan Subak. Harapannya, lebih banyak anggota yang mampu menanam empat kali dalam setahun.

Pengalaman ini menunjukkan kearifan lokal dan teknologi modern dapat saling melengkapi. Teknologi memperkuat kapasitas petani, namun pengelolaan air tetap memerlukan kelembagaan masyarakat, aturan bersama, dan pembagian yang adil.

Berita terkait