Subsidi EV Bikin Harga Toyota Turun Rp250 Juta, BYD-Tesla Jadi Segini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Metropolitan Tokyo, Jepang, meningkatkan subsidi pembelian kendaraan listrik (EV) hingga 1,3 juta yen (sekitar Rp133 juta) per kendaraan untuk mendorong peralihan dari mobil bermesin. Insentif tambahan tersedia untuk fitur vehicle-to-load (V2L), penggunaan energi terbarukan, dan pemasangan perangkat pengisian. Subsidi Tokyo dapat ditumpuk dengan subsidi pemerintah nasional hingga 1,3 juta yen, sehingga harga beberapa model seperti Toyota bZ4X bisa turun lebih dari separuh, mencapai total potongan hingga 2,6 juta yen (sekitar Rp272 juta).
Besaran subsidi bervariasi berdasarkan merek: Toyota, Nissan, dan Honda mendapat tambahan hingga 400.000 yen, Tesla mendapat 300.000 yen, sedangkan BYD hanya 100.000 yen. Pemerintah nasional memberikan subsidi lebih besar untuk kendaraan dengan baterai produksi Jepang, dengan selisih hingga 1,15 juta yen antara insentif maksimum dan BYD. Kebijakan ini diharapkan mendongkrak penjualan EV di Jepang, yang hanya mencakup 1,6% dari total penjualan mobil baru pada 2025.
Tesla memanfaatkan subsidi ini dengan penjualan melebihi 10.000 unit di Jepang pada 2025, melampaui rekor sebelumnya. Perusahaan menghentikan penjualan model premium seperti Model S dan fokus pada Model 3 serta Model Y, sambil memperluas jaringan pengiriman dan menggandakan kapasitas impor menjadi sekitar 48.000 kendaraan per tahun untuk mengantisipasi peningkatan permintaan.
Bagikan
Berita terkait
Toyota Siap Rebut Pelanggan Mobil Listrik China di Kandang BYD
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 21.22
Ai Grok Tesla Kini Bisa Kirim Pesan Teks via Perintah Suara
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 20.08
Motor Listrik Roda Tiga Lean3 dengan Jarak Tempuh 100 Km Diluncurkan
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 16.58
Penjualan Toyota Turun pada Juli 2026, Pasar Domestik Jepang Tapi Aman
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 21.01