Sudah Hijrah, Haruskah Putus Pertemanan? Ini Panduan Islam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Hijrah dalam Islam tidak hanya berarti meninggalkan kebiasaan buruk, tetapi juga mencakup pemilihan lingkungan pergaulan yang mendukung. Setelah memutuskan berhijrah, seseorang sering dihadapkan pada ujian dari lingkungan pertemanan lama, termasuk kebiasaan nongkrong dan pergaulan di media sosial yang dapat menghambat proses spiritualitas.
Menurut Ustadz Fadly Gugul S.Ag, anggota Dewan Konsultasi Bimbingan Islam, hijrah tidak memaksa seseorang untuk memutus seluruh hubungan dengan pertemanan lama. Namun, ia menekankan pentingnya selektivitas dalam memilih pertemanan di luar keluarga agar tidak menghalangi proses hijrah. Sementara itu, hubungan dengan keluarga dan kerabat tetap harus dijaga karena termasuk kategori silaturahmi yang dianjurkan dalam Islam.
Dalam menjaga hubungan dengan keluarga, orang yang sedang berhijrah disarankan tetap berinteraksi dengan baik sambil menciptakan suasana yang lebih positif. Misalnya, mengalihkan pembicaraan yang kurang bermanfaat ke hal-hal yang produktif, mengusulkan kegiatan pengajian, atau membawa buku keagamaan sebagai hadiah. Dengan demikian, proses hijrah dapat berjalan lebih lancar tanpa harus memutuskan untuk meninggalkan seluruh lingkungan pergaulan.
Bagikan
Berita terkait
7 Cara Agar Tetap Istiqamah Setelah Hijrah, Jangan Sampai Semangat Hanya di Awal
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 16.48
Hidayah Hijrah, Anugerah Terindah dari Allah yang Tak Ternilai
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 09.37
Keutamaan Hijrah di Jalan Allah, Tinggalkan Lingkungan Penuh Maksiat dan Raih Pahala Besar
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 08.07
Hijrah Seorang Diri, Kisah Ummu Kultsum yang Berani Tinggalkan Keluarga demi Iman
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 18.53